image

Corporate Social Responsibility

Eventori Berbagi Kebahagiaan Ramadan Lewat 1.000 Paket Sembako untuk Pelaku Industri Hiburan


image

Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 telah membawa dampak yang luar biasa bagi kita semua, termasuk bagi pelaku industri hiburan dan event Tanah Air. Tentu tidak terhitung banyaknya kegiatan yang dibatalkan atau konsep acara yang terus diubah untuk menyesuaikan situasi yang ada.


Mau tidak mau, kita harus mencari solusi untuk tetap adaptif dengan kondisi yang ada. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital.


“Pemerintah mempercayai bahwa ke depan, teknologi digital akan semakin mengakomodasi daya kreatif dan inovatif masyarakat Indonesia, termasuk mendorong industri hiburan dan event untuk terus berkembang,” ucap Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam acara buka puasa dan penyerahan bantuan solidaritas pelaku industri hiburan yang dilaksanakan Eventori di Jakarta (28/4).


“Untuk mendukungnya, kami mencanangkan program Akselerasi Transformasi Digital Nasional yang ditujukan untuk meningkatkan optimalisasi teknologi demi menguatkan perekonomian Indonesia,” sambungnya.


Untuk berbagi kebahagiaan pada bulan Ramadan ini, platform kolaborasi industri hiburan Indonesia Eventori membagikan 1.000 paket sembako untuk para pekerja industri hiburan di sejumlah kota di Tanah Air.


Penyaluran bantuan tersebut bekerja sama dengan komunitas dan organisasi Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO) serta komunitas pelaku EO Backstagers Indonesia dan Stage Management Indonesia (STAMINA).


“Ini yang kedua kali kami laksanakan. Tahun lalu kami juga mengadakan pembagian bingkisan dengan tema ‘Solidaritas Anak Event’. Alhamdulillah, tahun ini kami dapat melaksanakan dalam jumlah yang lebih besar,” ujar Rio Abdurrachman, CEO Eventori,


Selain kepada pelaku hiburan, Eventori juga membagikan bingkisan kepada sejumlah panti asuhan yatim piatu di Jabodetabek.


Rio menjelaskan, di sektor industri pertunjukan dan EO banyak pekerja lepas (freelance) yang sangat tergantung pada proyek sementara selama masa pandemi, bisa dibilang bisnis konser dan EO tiarap. Pengelolaan pertunjukan dan event ke daring juga membawa konsekuensi berkurangnya jumlah pekerja yang terlibat.


“Solidaritas ini sifatnya sementara saja. Yang kami harapkan, vaksinasi dapat terlaksana secara luas, sehingga banyak industri bangkit kembali, termasuk industri hiburan, sehingga banyak pekerja yang dapat kembali terlibat,” ujar Rio.


Ketua Umum IMARINDO Nanda Persada menyambut baik aksi solidaritas yang digelar Eventori. Menurutnya, kolaborasi memang merupakan spirit di industri hiburan.


“Walau kadang-kadang kita bersaing secara bisnis, tapi semangat utama di industri hiburan ya kolaborasi. Kita biasa kok ‘lempar-lemparan’ pekerjaan cuma lewat WA atau telepon,” kata Nanda.


“Atau, minta tolong pas ada satu bagian dari satu pekerjaan yang kita nggak bisa kerjain sendiri, kita oper ke teman-teman. Saya senang sekali bisa jadi bagian dari aksi solidaritas pelaku industri hiburan yang digalang Eventori,” lanjutnya.


Platform kolaborasi industri hiburan Eventori berdiri pada 2 Februari 2020. Tujuan utamanya adalah membuka akses yang luas bagi talenta industri hiburan dari seluruh daerah untuk mendapatkan kesempatan tampil dan naik kelas.


Saat ini, sudah 1.800 talenta dan vendor industri hiburan terdaftar di booking platform Eventori. Platform ini juga telah mengantarkan tiga penyanyi memasuki industri rekaman.