Kalau kamu ngerasa Perahu Kertas itu cerita yang nggak pernah benar-benar pergi, kamu nggak sendirian. Karya ikonik milik Dee Lestari ini memang punya umur panjang. Dari cerbung digital tahun 2007, jadi buku cetak, lanjut ke film Perahu Kertas 1 & 2, sampai lagu soundtrack yang nempel di kepala banyak orang. Dan sekarang, ceritanya lanjut lagi.
Empat belas tahun setelah lagu “Perahu Kertas” pertama kali dikenal lewat suara Maudy Ayunda, Dee Lestari akhirnya menyanyikan sendiri lagu ciptaannya tersebut. Versi terbarunya resmi dirilis akhir Januari 2026, bertepatan dengan lahirnya pentas musikal Perahu Kertas yang digarap Trinity Optima Production dan Indonesia Kaya. Satu cerita, banyak kehidupan.
Bikin ulang lagu yang sudah hidup selama lebih dari satu dekade jelas bukan perkara gampang. Tapi di tangan Petra Sihombing, “Perahu Kertas” mendapat napas baru. Aransemen yang tadinya identik dengan gitar akustik kini bergeser ke gitar elektrik yang lebih edgy, dengan dinamika dan klimaks yang terasa lebih besar. Ditambah sentuhan vocal director Kamga Mo, harmoni vokalnya jadi makin kaya dan berlapis.
Versi Dee Lestari ini terdengar lebih dewasa dan megah, tanpa kehilangan magis yang membuat “Perahu Kertas” begitu digemari. Cerita tentang mimpi, cinta, dan perjalanan hidup yang jadi inti kisahnya terasa makin relevan—karena hal-hal itu memang universal. Video liriknya pun ikut memperkuat rasa tersebut, dirajut dari interpretasi para pembaca Dee Lestari dan visual pantai Gili Trawangan yang tenang dan intim.
Lagu “Perahu Kertas” resmi dirilis di seluruh platform streaming pada 28 Januari 2026 dan menjadi single kedua dari album solo Dee Lestari yang dijadwalkan meluncur pertengahan tahun ini. Bukan cuma nostalgia, versi ini terasa seperti penegasan: Perahu Kertas masih berlayar, dan Dee Lestari ada di kemudinya.
Dan jujur saja—kalau kamu pernah jatuh cinta pada ceritanya, versi ini hampir pasti bikin kamu pengin mendengarkan lagunya lagi dari awal.