image

EventMagz /

Portrait Volume 15: Berbeda Asal Kota, Berbeda Cerita, Punya Misi Kembangkan Bakat yang Sama

22/01/2022
Alvin Iqbal
Penulis : Alvin Iqbal
BAGIKAN

Sumber : -

Pada Portrait Volume ke-15 ini, Eventori membagikan kisah tentang para talenta asal berbagai kota, beragam cerita namun memiliki misi yang sama yaitu mengembangkan bakatnya.

Talenta pertama adalah seorang pesulap asal Surabaya yang telah mencoba berbagai jenis sulap, namun setelah memilih untuk menggunakan aliran Bizzare, Indra Claveno berhasil menggapai prestasi di kancah internasional.

“Saya sangat senang-senang sekali dan mempelajari banyak sulap, seperti mentalis, fakir, manipulasi, banyak sekali yang saya pelajari, namun saya akhirnya menempatkan diri saya sebagai seorang bizzare magicians,” jelas Indra.

Selain perlombaan sulap dirinya juga kerap tampil di berbagai acara, hingga menjadi salah satu mentor pada salah satu sekolah sulap milik illusionist terkenal yaitu Demian’s Magic Academy.

“Saya sering sekali datang dan bantu untuk event, akhirnya berkesempatan untuk menjadi salah satu mentor di Demian’s Magic Academy,” ungkap Indra.

Selanjutnya ada talenta asal Kuningan, yang bergabung bersama komunitas hingga akhirnya dapat belajar akting sampai mendongeng yaitu Adin Tama. Selain belajar Adin juga menghasilkan berbagai prestasi melalui bidang seni tersebut.

“Pada tahun 2015 kami pernah mengikuti Festival Drama Bahasa Sunda se-Jawa Barat dan menjadi juara pertama, dengan nominasi terbanyak juga tentunya,” jelas Adin

Dirinya juga pernah terlibat dalam pementasan besar Teater Sado dan juga pernah melakukan pementasan selama tiga pekan berturut-turut, serta ditonton oleh total sebanyak 15.000 penonton.

“Pentas selama 3 pekan berturut-turut, dengan jumlah penonton terbanyak menembus sampai dengan 15.000 penonton lebih dengan judul naskah Ibu Sepuh Ratu RIta, dan lebih dari 100 pementasan yang pernah saya lakukan bersama Teater Sado, baik di atas panggung maupun di luar panggungkenang Adin.

Talenta terakhir pada Portrait Volume 15 ini adalah penyanyi sekaligus penulis lagu asal Yogyakarta yang baru saja melahirkan rilisan terbarunya, yaitu Lourentia Kinkin. Dirinya menceritakan bahwa perjalanan bermusiknya baru dimulainya kembali setelah memasuki bangku perkuliahan.

“Perjalanan aku cukup panjang, karena aku baru mulai nyanyi lagi itu ketika aku kuliah di Jogja,” jelas Kinkin.

Sebelum akhirnya merilis lagu, Kinkin sempat menjadi penyanyi reguler di berbagai kafe-kafe dan juga sempat bergabung bersama sebuah grup musik, sampai akhirnya dia mendapatkan tawaran untuk rekaman singgel perdananya yang berjudul “Hari Minggu”.

“Salah satu teman aku menawarkan untuk rekaman dan disitulah single pertama aku yang berjudul Hari Minggu bisa rilis,” ungkap Kinkin.

Walaupun pandemi sempat memperlambat langkah industri hiburan di seluruh dunia, namun Kinkin mengambil hikmah dari musibah ini, karena menurut dirinya jika tidak ada pandemi mungkin dia tidak akan bisa menyelesaikan albumnya.

“Kalau nggak pandemi kayaknya album aku nggak akan selesai, aku bisa memeluk pendengarku lebih dekat dengan karya ini,” jelas Kinkin.

Dari tiga talenta berbagai kota, beragam cerita ini, kita memahami bahwa dibutuhkan kerja keras serta semangat untuk mengembangkan bakat, agar kita dapat mencapai kesuksesan yang kita harapkan.

Tags:

Berita Terkait

Berita Lainnya

Komentar

Komentar ()
Loading...