image

EventMagz /

Ragam Talenta di Kota Jakarta

22/01/2022
Alvin Iqbal
Penulis : Alvin Iqbal
BAGIKAN

Sumber : -

Pada program Portrait volume 12 ini, Eventori membagikan kisah beragam talenta yang ada di Jakarta, dengan segala kegigihannya dan kecintaannya pada apa yang mereka kerjakan. Bertemu di bangku kuliah, talenta pertama yang merupakan grup musik satu ini sampai dapat merilis lagu berjudul “Tempat dan Nada”. Mereka mengungkapkan bahwa dengan lagu ini mereka berharap dapat mewakili perasaan banyak orang.

“Dari lirik lagu yang kita buat, bisa mewakili perasaan orang banyak,” ungkap Encode.

Bukan hanya itu, mereka juga merilis Live Session dari lagu tersebut di awal 2021 dan video monolog. Encode menjelaskan bahwa “Tempat dan Nada” memiliki dua fase yaitu, fase melupakan dan mengikhlaskan.

“Jadi Tempat dan Nada ini terdapat dua fase, yang pertama itu fase kita mencoba melupakan dan yang kedua adalah fase mengikhlaskan,” jelas Encode.

Mereka kemudian juga mengumumkan bahwa mereka akan merilis musik video dalam waktu dekat ini, di kanal YouTube resmi dari Encode.

“Dalam waktu dekat ini Encode bakal rilis musik video Tempat dan Nada, jangan lupa ditonton di YouTube kami,” pungkas Encode.

Talenta kedua adalah seorang pengisi suara yang bekembang melalui media sosial, yaitu Ruthie asal Jakarta. Dia menceritakan bahwa di masa pandemi ini dikarenakan industri acara sedang berhenti, membuat dirinya menemukan dunia pengisi suara.

“Kemudian pandemi datang, banyak event yang stop, saya menemukan industri voice over ini melalui media sosial, dari akun-akun voice over talent yang sudah lebih senior,” jelas Ruthie.

Berawal dari belajar secara mandiri, sampai dengan mengikuti kelas pengisi suara di sana sini, Ruthie membuktikan bahwa dengan kerja keras dirinya mampu mendapatkan berbagai kesempatan.

“Saya sudah dipercayakan mengisi suara di beberapa tempat, seperti Telkomsel, UNDP Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan juga memenangkan beberapa kali VO Challenge,” jelas Ruthie.

Ruthie kemudian membagikan tips untuk para pemula yang ingin mengikuti jejaknya berkarir sebagai pengisi suara. Baginya yang terpenting adalah belajar, baik dengan mengikuti kelas-kelas virtual dengan pengisi suara senior maupun mengikuti mereka di media sosial.

“Cara untuk belajar bisa dengan ikut-ikut kelas virtual yang diadakan oleh para voice over talent yang sudah lebih senior dan juga follow akun media sosial mereka,” pungkas Ruthie

Talenta selanjutnya adalah seorang penari yang memiliki jiwa sosial tinggi, mencintai seni tari sejak usia dini Aisyah Fatinah kini mampu membuka banyak hati, dengan menari untuk mencari donasi.

“Panggung pertama saya untuk perform itu di Gedung Kesenian Jakarta, (saya) ingin menolong orang lain dan memberikan added value, terhadap tarian tersebut dan ditujukan juga untuk beberapa yayasan atau komunitas yang membutuhkan,” jelas Aisyah.

Dengan mengusung nama AISYAISDANCING, Aisyah mampu membuat proyek tariannya menjadi penggalangan dana donasi. Dirinya juga mengungkapkan bahwa yang terpenting adalah memberikan pesan yang berarti, tanpa mempedulikan seberapa populer konten yang dia buat.

“Memberikan message yang berarti, tanpa harus memikirkan sebanyak apa likes-nya, sebanyak apa subscriber yang nonton. Menjadi real dan menjadi diri saya sendiri, menari dengan hati,” pungkas Aisyah.

Dari ketiga talenta itu kita memahami bahwa membuat karya dari hati, dengan kegigihan untuk terus maju kita akan mampu mencapai harapan yang kita impikan, mulai dari menulis lagu, mengisi suara, sampai dengan berdonasi dengan tarian.

Tags:

Berita Terkait

Berita Lainnya

Komentar

Komentar ()
Loading...