Saat Semua Melambat, Pendarra Datang dengan “Semburat”

Saat Semua Melambat, Pendarra Datang dengan “Semburat”

Posted: Apr 08, 2026

Ada fase di hidup ketika semuanya nggak lagi perlu dijelaskan. Nggak perlu dirayakan, tapi juga nggak perlu ditangisi. Itu yang dibawa Pendarra lewat maxi single terbaru mereka, Semburat.

Kalau karya sebelumnya terasa seperti perjalanan naik turun, “Semburat” justru memilih berhenti sejenak. Duduk. Diam. Dan menerima. Nggak ada nada yang terlalu lantang, nggak ada emosi yang dipaksakan. Semuanya mengalir pelan—seperti cahaya tipis di antara gelap dan terang.

Diproduseri oleh Petra Sihombing, rilisan ini dibangun dengan pendekatan yang lebih intim. Setiap elemen dibiarkan punya ruang untuk “bernapas”, bikin lagunya terasa lebih hening tapi justru lebih terasa.

Maxi single ini berisi tiga lagu: “Tentang Mimpi Berupa Pelangi”, “Jemari Bunga” (bersama Reda Gaudiamo dan Jerash Malibu), serta “Sepenuh Hati” (bersama Nostress). Tiga cerita yang nggak harus nyambung secara urutan, tapi terasa satu ketika didengarkan sebagai pengalaman.

“Semburat” nggak mencoba jadi besar. Justru kekuatannya ada di hal-hal kecil—percakapan yang tertunda, perasaan yang nggak sempat diucapkan, dan momen-momen yang baru terasa berarti setelah lewat.

Di sini, Pendarra nggak lagi terdengar seperti sedang mengejar sesuatu. Mereka seperti sudah sampai di satu titik, duduk, lalu melihat ke belakang dengan lebih tenang.

Dan mungkin, itu yang bikin “Semburat” terasa beda. Bukan tentang sampai ke mana, tapi tentang berani berhenti—dan akhirnya benar-benar merasakan.

Writer: Admin
TAGS:
SHARE
Recommendation Article