image

EventMagz /

Portrait Volume 17 : Cerita Talent Berbakat yang Berpengalaman

22/01/2022
Alvin Iqbal
Penulis : Alvin Iqbal
BAGIKAN

Sumber : -

Pada program Portrait Volume ke-17 ini Eventori akan membagikan cerita berbagai talenta-talenta berbakat yang sudah memiliki berbagai pengalaman. talenta pertama adalah Louis Albern seorang penari asal Jakarta yang memiliki banyak prestasi.

“Baru-baru ini saya dapatkan saya memenangkan sepuluh lomba sekaligus, selama tiga bulan di masa pandemi ini, dengan juara 1 tujuh kali dan juara 2 tiga kali,” jelas Albern.

Salah satu diantara prestasi itu adalah menjadi juara satu pada ajang Modern Dance Thalassic 2021. Dirinya juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah merasa bosan untuk menari dan memutuskan untuk berhenti sementara.

 

Baca Juga : Panggung Musik Kembali Bergema, GIG IN Bawa Konsep Berbeda

 

“Saya juga sempat berhenti dari dunia dance ini sejak kelas 1 sampai 5 SD, saat itu saya sudah bosan dengan menari,” ungkap Albern.

Selain menari sendiri, Albern juga sering menari bersama dalam sebuah grup, kemudian ia juga menambahkan bahwa walaupun timnya didominasi oleh perempuan tidak membatasi dirinya untuk mengeluarkan potensi dalam diri.

“Saya cukup kaget karena ternyata walaupun saya lelaki sendiri dari banyaknya perempuan di tim saya, itu tidak membedakan antara kita sebagai laki untuk mengeluarkan potensi yang ada dalam diri kita,” tegas Albern.

 

Baca Juga : Diskopantera Akan Tampil di Konser Unik Akhir Tahun BCA Staycation Concert

 

Talenta kedua adalah grup perkusi yang bernama TAP.INA yang merupakan kepanjangan dari Touch And Play Indonesia. Grup musik perkusi ini juga tidak kalah dalam hal prestasi, salah satunya adalah pernah berkolaborasi bersama Yura Yunita dan menjadi fasilitator untuk teman tuli belajar bermain perkusi.

“Pada 2019 pernah dipercaya sebagai fasilitator untuk konser Merakit dari Yura Yunita, dengan teman-teman tuli,” jelas Mirna, Founder dari TAP.INA.

Selain kolaborasi tersebut, TAP.INA juga sering menjadi penampil dalam berbagai acara, sebut saja acara-acara kementerian dan perusahaan-perusahaan besar.

 

Baca Juga : Pandji Pragiwaksono Bagikan Cara Keliling Dunia Lewat Karya

 

“Kita juga sering menjadi penampil dalam acara-acara kementerian, perusahaan-perusahaan besar yang bersifat gathering atau sebagai hiburan,” jelasnya.

Selain berprestasi sebagai grup, mereka juga memiliki prestasi tersendiri secara perseorangan, seperti bermain sebagai penampil di luar negeri antara lain Taiwan, New Zealand, dan Malaysia.

“Personil kami juga memiliki pengalaman-pengalaman seperti main di luar negeri seperti Taiwan, New Zealand, Malaysia,” ungkap Mirna.

 

Baca Juga : Tolak Menyerah, Prambanan Jazz Festival 2021 Kembali Diadakan Secara Virtual

 

Cerita terakhir pada Portrait Volume 17 datang dari seorang ventriloquist yang memiliki segudang pengalaman, yaitu MC FE and Friends. Mengawali karir sebagai pendongeng pada 2010 dirinya kemudian terjun menjadi seorang ventriloquist.

“Awal perjalanan karir aku dimulai dari tahun 2010, dimana aku mulai terjun di dunia dongeng,” jelas MC FE and Friends.

Selain sering mendapatkan berbagai prestasi, dirinya juga kerap tampil di berbagai acara, salah satunya adalah mengikuti JicomFest 2021. MC FE and Friends juga dipercaya untuk menjadi salah satu mentor di Indonesian Ventriloquist Club.

 

Baca Juga : Ahmad Dhani Bilang “Jangan Pernah Kamu Bercita-Cita Menjadi Musisi Indonesia”

 

“Kini aku masih dipercaya sebagai salah satu mentor di Indonesian Ventriloquist Club,” jelas MC FE and Friends.

Salah satu momen yang sangat dikenang oleh MC FE and Friends adalah ketika dirinya tampil bersama dengan musisi senior Titiek Puspa yang ditonton langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan kisah dari ketiga talenta berpengalaman pada Portrait Volume 17 ini, semoga kita mendapatkan motivasi serta inspirasi untuk terus menggapai mimpi, serta cita-cita dengan bakat yang kita punya.

Tags:

Berita Terkait

Berita Lainnya

Komentar

Komentar ()
Loading...